Kata Ganti Orang dalam Bahasa Aceh

26 Oktober 2009

Berikut tabel kata ganti orang dalam bahasa Aceh

Bahasa

Indonesia

Bahasa Aceh Ket.
BentukBebas Imbuhan
Aku Kèë ku-/-ku(h) Biasa/Kasar
Saya Lôn lôn-/-lôn Halus
Ulôn lôn-/-lôn Lebih halus
Lôn tuwan lôn-/-lôn Sangat halus
Ulôn tuwan lôn-/-lôn Paling halus
Kita (Geu)tanyoë ta-/-teu(h) Biasa
Kami Kamoë meu-/-meu(h) Biasa
Kau Kah ka-/-keu(h) Biasa/Kasar
Kamu Gata ta-/-teu(h) Halus
Anda Droëneu(h) neu-/-neu(h) Sangat halus
Kalian Awak kah ka-/-keu(h) Biasa/Kasar
Awak gata ta-/-teu(h) Halus
Awak droëneu(h) neu-/-neu(h) Sangat halus
Dia Jih ji-/-ji(h) Biasa/Kasar
Beliau Gop nyan geu-/-geu(h) Halus
Droëneu(h) nyan neu-/-neu(h) Sangat halus
Mereka Awak nyan ji-/-ji(h) Biasa/Kasar
Ureuëng nyan geu-/-geu(h) Halus
Gop nyan geu-/-geu(h) Halus
Droëneu(h) nyan neu-/-neu(h) Sangat halus

Catatan:

* Arti ulôn/lôn yang sebenarnya adalah hamba.

* Menurut Abdul Gani Asyik, kata ganti lôn tuwan dan ulôn tuwan tidak memiliki bentuk imbuhan. Namun, menurut pengamatan saya ada. Contoh:

Lôn tuwan teungöh lônmakeuën (Saya sedang makan)

* Geutanyoë dipakai pada keadaan resmi, sedangkan tanyoë dipakai sehari-hari

* Gata dipakai untuk orang yang lebih muda. Juga oleh suami kepada istri, mertua kepada menantu dll. Tidak bisa digunakan untuk orang yang sebaya.

* Bentuk asal droëneu(h) adalah no yang sekarang masih dipergunakan di Aceh Besar (saya belum tahu di mana).

* Di Aceh Besar[1], tidak dikenal bentuk droëneu(h), tetapi dipakai singkatannya yaitu  droën/dron. Selain itu ada kata ganti orang lain yang khas Aceh Besar yaitu kata ganti droë/dro . Kata ganti ini dipakai khusus untuk orang yang sebaya yang lebih halus dari bentuk kah. Contoh:

Hay, droë na kajak baroë u Banda? (Eh, kamu ada pergi kemarin ke Banda Aceh?)

* Gop nyan dipakai untuk orang yang lebih tua juga kepada seseorang yang dihormati.

* Droëneu(h) nyan (beliau) dipakai untuk Tuhan, para nabi, raja, ulama (teungku) dan orang yang sangat dihormati. Penghormatan bentuk ini melebihi bentuk gop nyan (beliau).

* Ureuëng nyan (mereka) dipakai untuk orang yang lebih tua atau seseorang yang dihormati. Juga bisa dipakai untuk orang ketiga tunggal.

Ingat !!! Di sebagian besar Aceh Besar, bunyi /ë/ bisa dikatakan tidak dibunyikan. Bunyi /ë/ sangat jelas diucapkan di Pidië. Jadi, bagi Anda yang baru belajar bahasa Aceh, tidak perlu khawatir apabila belum bisa melafalkannya.

Contoh:

Droë diucapkan dro.

Kèë diucapkan kè.

Kamoë diucapkan kamo.

Tanyoë diucapkan tanyo.

Ureuëng diucapkan ureung.

Untuk kata ganti orang kedua jamak, selain bentuk yang di atas juga terdapat bentuk lainnya. Perbedaan bentuk ini merupakan perbedaan karena dialek.

Indonesia Dialek 1 * Dialek 2 * Dialek 3 ***
Kalian Awak kah Kah nyoë (mandum) Kah (mandum)
Awak gata Gata nyoë (mandum) Gata (mandum)
Awak droëneu(h) Droëneu(h) nyoë (mandum) Droëneu(h) (mandum)

* Yang sering saya pakai. Kemungkinan karena saya lahir dan besar di Banda Aceh.

** Yang sering dipakai oleh keluarga besar saya dari pihak ibu (kampung Seulimeung/Seulimeum/Seulimuëm)

*** Saya kutip dari tulisan Dr. Abdul Gani Asyik, ahli bahasa Aceh yang terkemuka.


[1] Menurut pengamatan saya, hampir semuanya

 


Referensi Lengkap Bahasa Aceh

1 Juni 2009

Berhubung saya belum mampu memenuhi keinginan pengunjung sekalian, silakan unduh (download) buku berikut:

A contextual grammar of Acehnese sentences oleh Dr. Abdul Gani Asyik yang merupakan disertasi beliau di University of Michigan.

atau langsung di sini

If you want to know more about Acehnese language, just download this book: A contextual grammar of Acehnese sentences by Abdul Gani Asyik


Tarian Aceh

17 Maret 2009

Sambil menunggu tulisan (postingan) saya selanjutnya tentang Kata Ganti Orang dalam Bahasa Aceh, Anda bisa menikmati tarian-tarian Aceh berikut ini:

Tari Likok Pulo di Inggris

Dari YouTube


Kata Keterangan Kekerapan

4 Desember 2008

Selalu : Sabé

Biasanya : Biasajih

Sering : Kayém

Kadang-kadang : Meujan-jan

Jarang : Jareuëng

Tidak pernah : H‘an tom

Kadang : Meujan


Kata-kata dan Ungkapan Utama

4 Desember 2008

KATA-KATA UTAMA

Ya : Nyo (halus), ‘O (kasar)

Tidak : H‘an

Ada : Na

Tidak ada : Hana

Sudah : Ka

Belum : Goh

Hampir : Karap

Jangan : Bèk

Lagi : Lom

Saja : Mantong

Baca entri selengkapnya »


Angka/Bilangan dalam Bahasa Aceh

29 November 2008

Berikut adalah angka/bilangan dalam bahasa Aceh:

Nol : Ot, Noy

Satu : Sa

Dua : Duwa

Tiga : Lhèë

Empat : Peuët

Lima : Limong

Baca entri selengkapnya »


Kata Tunjuk dalam Bahasa Aceh

29 November 2008

Berikut adalah kata tunjuk dalam bahasa Aceh:

Ini : Nyoë

Itu : Nyan, Jéh

Sini : Sinoë, Nyoë pat

Situ : Sinan, Nyan pat

Sana : Sidéh, Jéh pat

Baca entri selengkapnya »


Kata Tanya dalam Bahasa Aceh

26 November 2008

Apa : Peuë, Puë (menurut dialek)

Siapa : Soë

Berapa : Padum, Padit, Padup (menurut dialek)

Kenapa : Pakon, Peuë Jeuët (menurut dialek)

Kapan : Pajan

Mana : Toh, Siré(menurut dialek)

Ke mana : Ho

Di mana : Pat

Dari mana : Panè

Bagaimana : Pakri

Baca entri selengkapnya »


Hubungan Bahasa Aceh dengan Bahasa Melayu (4)

22 November 2008

PENAMBAHAN BUNYI

1. Huruf /rK/ disisipi bunyi /eu/

Contoh:

Bahasa Melayu

Bahasa Aceh

Harga

Hareuga

Harta

Hareuta

Kursi

Kureusi

Perlu

Peureulèë

Serta

Seureuta

Baca entri selengkapnya »


Hubungan Bahasa Aceh dengan Bahasa Melayu (3)

22 November 2008

BUNYI MATI

1. Bunyi /d/ menghilang.

Contoh:

Bahasa Melayu

Bahasa Aceh

Diam

Iëm

2. Bunyi /f/ menjadi /ph/ (bila terletak di awal dan di tengah)

Contoh:

Bahasa Melayu

Bahasa Aceh

Faham

Pham

Fana

Phana

Sifat

Sipheuët

3. Bunyi /f/ menjadi /h/ (bila terletak di akhir)

Contoh:

Bahasa Melayu

Bahasa Aceh

Alif

Aléh

Dhaif

La‘èh

Insaf

Inseuëh

Maaf

Meu’ah

Baca entri selengkapnya »